DINAS PENDIDIKANBerita / Berita Populer
Tanam Markisa, Olah jadi Sirup.. Melihat Kreativitas SMAN 6 Padang
Oleh efim Selasa, 28 Pebruari 2012 12:05:18
Tidak mau kalah dengan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), SMAN 6 Padang mengunjuk kebolehan menciptakan sirup dari bahan dasar buah Markisa. Dipilihnya tanaman itu selain mudah tumbuh, pengelolahannya pun tidak terlalu rumit dibanding tanaman lainnya.


 Tidak mau kalah dengan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), SMAN 6 Padang mengunjuk kebolehan menciptakan sirup dari bahan dasar buah Markisa. Dipilihnya tanaman itu selain mudah tumbuh, pengelolahannya pun tidak terlalu rumit dibanding tanaman lainnya.


SMAN 6 Padang yang berlokasi di Jalan St Syahrir, Mataair Padang ini termasuk salah satu sekolah adiwiyata (berwawasan lingkungan). Dengan julukan demikian, sekolah ini memanfaatkan sampah bernilai ekonomis. Bahkan, pekarangan sekolah pun disulap menjadi nilai ekonomis.


“Salah satunya, kami menanam buah markisa di pekarangan sekolah dengan bibit bermutu. Meski tak memiliki areal yang luas, ternyata buah markisa bisa tumbuh di sekolah ini,” kata Kepala SMAN 6 Padang, Barlius, disela-sela Pameran Padang Recycle Expo 2012, kepada Padang Ekspres, di Plasa Andalas, kemarin.


Barlius mengatakan untuk penanaman tidak sulit, hanya saja tanaman ini harus dibuatkan tiang rambatan yang dimanfaatkan sekitar pekarangan sekolah. “Tiang rambatan yang baik, menggunakan pucuk bambu tanpa kawat karena bisa merangsang pertumbuhan markisa serta jumlah buahnya,” katanya.


Setelah proses penanaman, markisa harus dipelihara. Walaupun termasuk mudah tumbuh, namun untuk hasil yang optimal markisa juga membutuhkan pemeliharaan khusus. “Pemupukan, pemeliharaan utama agar markisa tumbuh subur. Alhamdulillah, kami pun kini bisa menikmati panen buah markisa,” ungkapnya.


Tak hanya menikmati buah markisa, sebut Barlius, para guru-guru pun berinisiatif mengolahnya menjadi sirup markisa. Ini tentunya melibatkan para siswa. “Biasanya diselipkan dalam mata pelajaran keterampilan dalam pengolahan markisa. Semuanya otodidak dan ide guru-guru,” ujarnya.


Barlius mengatakan bahkan untuk packaging pun hanya otodidak dari para guru-guru dan ditularkan ke siswa. “Ini salah satu upaya kami menularkan ke siswa akan ilmu enterpreneurship,” tuturnya.


Untuk sementara hasil karya anak didik ini dipasarkan ke orangtua siswa dan para guru-guru. “Jika ada pemesanan kami siap memproduksi lagi. Untuk harga sirup biasanya dijual Rp25 ribu per botol,” tukasnya. (ril)

Sumber:

Foto diatas,Wawako Padang,Mahyeldi A, sedang mencicipi sirup markisa ala SMA 6 Padang.
DINAS PENDIDIKAN : http://disdik.padang.go.id
Online version: http://disdik.padang.go.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=13&artid=971