Mutu Guru Harus Ditingkatkan

Oleh wirnadianhar
Jumat, 12 September 2008 04:30:05 Klik: 1008 Cetak: 229 Kirim-kirim Print version download versi msword
Klik untuk melihat foto lainnya...

Rencana pemerintah untuk menaikkan gaji guru, mendapat apresiasi positif dari berbagai kalangan. Kebijakan itu diharapkan akan meningkatkan kualitas dan motivasi guru. Tapi sejauh ini, kapan realisasi kenaikan gaji itu, belum ada kepastian.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Nur Amin yang ditemui mengaku belum menerima Permendagri soal kenaikan gaji guru tersebut. Ia bahkan mengetahui gaji guru naik, setelah membaca Padang Ekspres. Lagi pula, kenaikan gaji guru itu katanya baru disampaikan Mendiknas, Bambang Sudibyo, dalam rapat kerja dengan komisi X DPR. “Jadi belum ada Permen-nya,” kata Nur Amin.

Kalau sudah ada Permen dari Mendiknas, lanjutnya, aturan itu akan disusul dengan kebijakan dari Departemen Keuangan. Karena teknis pembayaran dan kenaikan pembayaran gaji, diatur Depkeu.

Apabila janji pemerintah yang menurut rencana mulai tahun depan diberlakukan, tentu akan membuat puluhan ribu guru di Indonesia, khususnya di Kota Padang akan “tersenyum”. Apalagi guru yang non PNS juga akan kecipratan. Bagi yang belum sarjana dapat tunjangan fungsional Rp250 ribu, dan sarjana minimal Rp300 ribu per bulan.

Saat ini guru yang ada di Kota Padang bejumlah 9356 orang. Dengan perincian 4741 guru SD/MI, 2337 guru SMP/MTs, dan 2278 orang guru SMA/MA. Dari total 9356 guru yang ada itu, sekitar 4100 orang merupakan guru non-PNS.

“Sampai sekarang saya belum mengetahui aturan tertulis tentang itu. Apakah kenaikan gaji itu masuk dalam anggaran 20 persen pendidikan atau tidak. Tetapi kalau keniakan itu betul terjadi, saya berharap pada guru untuk mengarifinya,” kata Amin.

Pemko Padang sendiri, lanjut Amin, pada tahun anggaran 2008 telah menganggarkan dana untuk pendidikan mencapai 13 persen, sekitar Rp42 miliar, dan itu di luar gaji guru. Pada anggaran tahun 2009 yang sudah dimasukkan pada tim anggaran Pemko Padang, jumlah itu naik menjadi 18 persen, atau sekitar Rp72 miliar.

Terus Perjuangkan Hak Guru

Walau menggembirakan, tapi bagi PGRI Sumbar, nominal kenaikan gaji belum seperti yang diharapkan. PGRI berjanji akan terus memperjuangkan hak guru untuk mencapai kehidupan yang lebih layak.

Ketua PGRI Sumbar Nurlah Jamal mengatakan bahwa rencana kenaikan gaji yang akan direalisasikan tahun mendatang belumlah sesuai standar yang diharapkan PGRI. Meskipun demikian ia menghargai itikad baik pemerintah yang mau menganggarkan kenaikan gaji tersebut.

“ Selama tujuh tahun PGRI memperjuangkan kesejahteraan guru, Alhamdulillah saat ini mulai menampakan hasil. Meskipun belum sesuai standar yang diharapkan PGRI, paling tidak Rp3 juta untuk guru non pengalaman serta Rp5 juta bagi guru yang profesional sesuai dengan tingkat jabatannya,” harapnya.

Wakil Kepala SMAN I Padang Ramadhansyah menilai, kenaikan gaji guru itu merupakan impian yang harus diwujudkan pemerintah. Sebab selama ini gaji guru belum mampu menutupi kebutuhan hidup. “Imbasnya, banyak guru yang bekerja sampingan mulai dari mengajar bimbingan belajar hingga menjadi tukang ojek. Kondisi inilah yang menyebabkan kualitas proses belajar mengajar (PBM) menjadi tidak optimal. Otomatis kualitas pendidikan juga ikut menurun,” ujarnya, kemarin.

Agar berimbang antara kewajiban dengan hak, maka guru mesti menyikapinya dengan lebih bijak di antaranya semakin meningkatkan kualitas dan profesionalitasnya dalam mengajar. “Serta mengutamakan pendidikan dan PBM bagi siswa. Sebab hal tersebut lah yang diinginkan masyarakat banyak dengan direalisasikannya kenaikan gaji guru,” ulas Ramadhansyah.

Harapan senada diungkapkan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Darah (MKKSD) Saparman Nur. Menurut Saparman, kenaikan gaji harus diimbangi peningkatan mutu guru. Di antaranya melalui menyisihkan sebagian kecil gaji untuk membeli buku terbaru pendidikan dan pengetahuan lainnya yang bermanfaat.

“Guru harus membuktikan bahwa realisasi anggaran 20 persen untuk meningkatkan kesejahteraan guru memang pemicu bagi guru untuk meningkatkan kualitasnya,” harap Sap