>

Hadapi UN, WC Sekolah Harus ”Bersih”

BAGIKAN:

facebook twitter pinterest line whatapps telegram

Oleh arif
Selasa, 15 April 2008 16:36:53 Klik: 2417
Klik untuk melihat foto lainnya...
Untuk mengatasi kecurangan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SLTA, 22-24 April mendatang, sebelum pelaksanaan UN seluruh WC di lingkungan SLTA di Kota Padang harus telah dicat ulang. Di dinding WC tersebut, tidak boleh ada satu pun coretan pun. Hal ini dikarenakan WC, salah satu tempat yang dicurigai selama ini tempat meletakkan kunci jawaban soal UN. “Semua sekolah di Kota Padang harus telah mengecat WC-nya sebelum UN digelar.

Sebab, tahun-tahun sebelumnya, WC dianggap menjadi salah satu ruangan di sekolah yang dimanfaatkan untuk berbuat kecurangan. Seperti yang masih kita ingat, pada UN tahun lalu ada dugaan kunci jawaban ditulis di WC. Setelah pelaksanaan UN berakhir nantinya, WC ini akan ditinjau kembali,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang M Nur Amin. Nur Amin mengatakan di samping pengecatan kembali dinding WC sekolah, dalam mengatasi kecurangan UN Tim Pemantau Independen sebelum pelaksanaan UN diizinkan ke ruangan kelas.

Tim ini bertugas untuk melihat apakah ada hal-hal yang mencurigakan di ruangan tersebut. “Diharapkan, saat pelaksanaan UN tersebut berlangsung lancar dan aman serta kita harapkan tidak terjadi kecurangan lagi,” ujarnya. Secara terpisah, Wakil Wali Kota Padang Yusman Kasim mewanti-wanti jangan ada kecurangan saat pelaksanaan UN nantinya. Meskipun hasil UN tinggi, tetapi ada kecurangan, hal itu tidak akan memberikan kegembiraan. Hal ini dikarenakan hasilnya manipulasi. Semua pihak diminta untuk melakukan pengawasan agar tidak terjadi kecurangan di UN.

Selain itu, Yusman mengharapkan siswa SLTA di Kota Padang, terutama swasta harus mengoptimalkan waktu tersisa untuk meningkatkan pemahaman pelajaran. Berdasarkan hasil Pra UN Sumbar dan Kota Padang, prestasi sebagian besar SLTA swasta anjlok, bahkan ada beberapa sekolah tingkat kelulusan 0 persen. Hasil Pra UN Padang secara keseluruhan dibandingkan Pra UN Sumbar cukup baik. Untuk SMA dan Madrasah Aliyah berhasil lulus 4.750 siswa atau 43,23 persen dari jumlah peserta 8.435 siswa.

Persentase lulus yang tercapai pada Pra UN kali ini naik dua kali lipat dibandingkan Pra UN Sumbar yang hanya lulus sekitar 20 persen. Hasil yang sama juga berhasil dicapai SMK dimana dari jumlah peserta 3.906 siswa berhasil lulus 1.230 siswa atau persentase lulus 32,88 persen. Meskipun masih jauh dari harapan, namun hasil Pra UN II menurut Yusman Kasim cukup baik dibandingkan hasil Pra UN tingkat Sumbar yang digelar awal Maret lalu.

Sumber: Harian Padang Ekspres/(ciw)

 
Berita Info UN 2008 Lainnya