Guru BAM Banyak Tak Kompeten

Oleh wirnadianhar
Rabu, 26 Nopember 2008 06:01:57 Klik: 3074 Cetak: 1204 Kirim-kirim Print version download versi msword
Klik untuk melihat foto lainnya...

Guru pengajar mata pelajaran muatan lokal Budaya Alam Minangkabau (BAM) di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dinilai banyak belum berkompeten di bidangnya. Akibatnya, banyak ilmu pengetahuan tentang budaya Minangkabau yang didapatkan siswa ternyata tidak sesuai dengan kemampuan daya tangkap siswa.

“Saat ini rata-rata guru-guru BAM berasal dari program studi di luar ilmu Sastra Minangkabau. Selain itu mereka juga tidak mendapatkan ilmu BAM secara komprehensif selama memberikan pengetahuan pada siswanya.

Sehingga banyak ketimpangan ilmu didapatkan siswa selama belajar di kelas,” tutur Ketua Jurusan Sastra Daerah (Sasda) Minangkabau Fakultas Sastra Unand, Dra Reniwati saat Semiloka “Potret Pendidikan Budaya Alam Minangkabau” di Gedung E Unand, Kamis (27/11).

Semiloka ini, lanjut Reni  bertujuan untuk menghindari kesalahkaprahan guru dalam memberikan ilmu pengetahuan pada anak didik, memberikan penyegaran materi pelajaran muatan lokal BAM pada guru, dan mengumpulkan masalah-masalah yang dihadapi guru pengajar mata pelajaran BAM selama memberikan pelajaran pada siswanya. (i)

 


 
Berita Berita Terkini Lainnya
. PENGUMPULAN KARTU KELUARGA (KK) KELAS VI SEKOLAH DASAR
. PENGUMUMAN PEMENUHAN DAYA TAMPUNG PPDB SMP NEGERI KOTA PADANG TAHUN PELAJARAN 2019
. Tata Cara Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2019/2020
. Surat Edaran Dinas Pendidikan tentang Jadwal Ujian SD dan SMP
. Undangan Penulisan Naskah Soal SD dan SMP
. Undangan Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru SD dan SMP tentang Standar Penilaian
. Undangan Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru SMP tentang Standar Proses
. Bimbingan Teknis Kurikulum 2013 untuk guru SD dan SMP Angkatan II
. Undangan Bimtek Tim Pengembang Kurikulum Sekolah SMP Tahun 2018
. Bimbingan Teknis Kurikulum 2013 untuk guru SD dan SMP Angkatan I (revisi)