Login
Username:

Password:

  Registrasi?
Selamat Datang Tamu!
Guest(s)online: 1

No Members are currently logged in.
Pengaduan B O S


Saran, Kritik dan Pengaduan masalah Bantuan Operasional Sekolah [ KLIK DISINI ]
Arsip Berita
September 2007
Oktober 2007
Nopember 2007
Februari 2008 35 
Maret 2008 55 
April 2008 46 
Mei 2008 44 
Juni 2008 50 
Juli 2008 49 
Agustus 2008 49 
September 2008 53 
Oktober 2008 25 
Nopember 2008 74 
Desember 2008 62 
Januari 2009 46 
Februari 2009 15 
Maret 2009
April 2009
Mei 2009 11 
Juni 2009
Oktober 2009
Nopember 2009
Desember 2009
Januari 2010
Februari 2010 14 
Maret 2010
April 2010
Mei 2010
Juni 2010
Juli 2010
Agustus 2010
September 2010
Nopember 2010
Desember 2010
Februari 2011
Maret 2011
April 2011
Juni 2011
Juli 2011
Agustus 2011
September 2011
Oktober 2011
Nopember 2011 12 
Desember 2011 17 
Januari 2012
Februari 2012
Maret 2012
April 2012
Mei 2012 12 
Juni 2012 10 
Juli 2012
Agustus 2012
September 2012
Oktober 2012 12 
Nopember 2012 18 
Desember 2012
Januari 2013 11 
Februari 2013
Maret 2013
April 2013
Mei 2013 20 
Juni 2013
Juli 2013 16 
Agustus 2013
September 2013 13 
Oktober 2013
Nopember 2013 12 
Desember 2013
Januari 2014
Februari 2014
Maret 2014 12 
April 2014 11 
Mei 2014 12 
Juni 2014 15 
Juli 2014
Agustus 2014
September 2014
Oktober 2014
Nopember 2014
Desember 2014
Januari 2015
Februari 2015
Maret 2015
April 2015
Mei 2015 10 
Juni 2015 10 
Juli 2015
Agustus 2015 13 
September 2015 17 
Oktober 2015 14 
Nopember 2015 28 
Desember 2015 17 
Januari 2016 10 
Februari 2016 10 
Maret 2016 15 
April 2016 11 
Mei 2016 14 
Juni 2016 15 
Juli 2016 14 
Agustus 2016 11 
September 2016 10 
Oktober 2016
Nopember 2016 13 
Desember 2016 11 
Januari 2017
Februari 2017
Maret 2017
April 2017
Mei 2017
Juni 2017
Juli 2017
Agustus 2017
September 2017
Oktober 2017
Desember 2017
Januari 2018
Februari 2018
Maret 2018
April 2018
Mei 2018
Juni 2018
Juli 2018
Agustus 2018
September 2018
Desember 2018
Januari 2019
Februari 2019
April 2019
Juni 2019
Juli 2019

UN, 8.120 orang tidak lulus

Oleh arif
Senin, 26 April 2010 14:44:28 Klik: 6557 Cetak: 1031 Kirim-kirim Print version download versi msword
Klik untuk melihat foto lainnya...

Peserta UN pada 2010 tercatat 60.013 siswa, terdiri dari 43.750 siswa SMA atau MA dan 16.263 siswa SMK. Mereka yang tak lulus, terbagi SMA 3.464 siswa jurusan Bahasa, IPA dan IPS serta SMK 3.433 orang, MA sebanyak 1.223 orang.


Tingkat anak yang lulusan untuk SMA, SMK di Sumbar tahun ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Itu diakui Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sumbar, Burhasman Bur.

Penurunan itu diakibatkan banyak faktor. Salah satunya akibat gempa,” kata Burhasman kepada Singgalang, di Padang, Minggu (25/4). Selain gempa, jadwal UN yang dipercepat juga mengganggu peserta UN.

Untuk SMA jurusan IPA persentase kelulusan siswa mencapai 96,95 persen tidak lulus sebanyak 459 orang, turun menjadi 2,5 persen dari tahun lalu. Untuk SMA jurusan IPS 90,39 persen dari peserta 20.768 orang, sebanyak 1.996 tidak lulus yang turun menjadi 5 persen dari tahun lalu.

Sementara bagi SMA yang memiliki jurusan bahasa dari sebanyak 64 orang peserta tidak lulus sebanyak 9 orang. Dengan tingkat kelulusan mencapai 85,94 persen.

Sedangkan, untuk Sekolah Menengah Kejuruan SMK tingkat kelulusan UN mencapai 78,40 persen dari sebanyak 16.036, tidak lulus UN sebanyak 3.433 siswa. Sedangkan, siswa Madrasah Aliyah (MA) jurusan IPA dengan peserta 1.841 sebanyak 192 orang tidak lulus dengan persentasi kelulusan mencapai 89,57 persen. Untuk jurusan IPS dengan peserta UN sebanyak 4.535 tidak lulus mencapai 1.031 orang, dengan tingkat kelulusan mencapai 77,27 persen.

“Kita akui tingkat kelulusan siswa UN tahun ini turun dari tahun sebelumnya, namun tingkat itu masih cukup baik dari daerah lain. Banyak faktor yang mempengaruhi,” sebutnya.

Naik
Meski begitu, Burhasman Bur mengaku cukup puas dengan hasil itu. Karena persentase yang lulus tapi nilai siswa naik. Untuk SMA jurusan IPA rata-rata naik dari tahun sebelumnya 41,82 menjadi 42,47. Untuk jurusan IPS tahun sebelumya 54,72 naik menjadi 56,55. Sedangkan untuk SMK juga naik dari tahun sebelumnya, 28, 44 menjadi 32,53.

Sedangkan, nilai mata pelajaran yang tertinggi untuk SMA jurusan IPA, bidang studi matematika dengan nilai 8,71 yang diperoleh siswa SMA 1 Bukittinggi. Nilai terendah 7,26 untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dan Biologi. Sekaligus menempatkan SMA I Bukittinggi sebagai sekolah jumlah kelulusan tertinggi di Sumbar. Sedangkan untuk jurusan IPS nilai tertinggi diperoleh siswa adalah untuk mata pelajaran, matematika 8,01 dan nilai terendah untuk bidang studi Sosiologi dengan nilai 6,43.

Perubahan jadwal
Di Padang, ada sebanyak 1.518 siswa yang tidak lulus UN. Data dari Dinas Pendidikan Padang terdapat sebanyak, 184 siswa SMA Jurusan IPA dan 181 siswa jurusan IPS. Ditambah sebanyak 1.153 siswa SMK.

Untuk SMA, dari sebanyak 3.953 siswa jurusan IPA yang mengikuti UN terdapat sebanyak, 184 siswa tidak lulus UN dengan tingkat kelulusan mencapai 90,21 persen. Untuk jurusan IPS, dari 4.317 peserta, 181 siswa tidak lulus. Dengan tingkat rata-rata kelulusan mencapai 85,65 persen.

“Dari hasil ini kita belum bisa memberikan kelulusan siswa terbanyak tingkat sekolah, karena penilaian lulus itu tidak hanya hasil lulus UN, namun juga ada nilai keterampilan,” sebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Drs.Bambang Sutrisno,M.Pd Minggu, (25/4).

Sedangkan, jumlah siswa yang paling banyak tidak lulus adalah siswa SMK. Rata-rata kelulusan siswa 6,62. Dengan jumlah peserta 4.169, terdapat 1.153 siswa yang tidak lulus UN.

Sementara itu, nilai mata pelajaran tertinggi di Padang lulus UN untuk SMA jurusan IPA rata, 7,54. Sedangkan, untuk jurusan IPS 7,13.

“Untuk lulus UN kita memang turun dari tahun sebelumnya, karena ini adalah UN seluruh Indonesia angka itu kemungkinan bisa berubah lagi pada UN ulangan,” sebut Bambang.

Selain itu katanya, indikator menurunnya angka kelulusan siswa itu tidak berpengaruh akibat gempa. Namun, dengan dimajukannya jadwal ujian dari Mei menjadi pertengahan Maret. Hal itu mempersingkat masa belajar siswa selama 2 bulan.

“Waktu dua bulan itu tidaklah merupakan waktu yang singkat untuk menambah pembelajaran siswa. Selain itu silabus yang sudah tersusun juga tidak berjalan semestinya,”tambahnya.

Untuk menunggu hasil ujian ini menimbulkan banyak siswa merasakan deg-degan. Seperti, Adi,17, misalnya. Siswa salah satu SMA Negeri di Padang ini takut tak lululus UN. Walaupun merasa banyak mengisi jawaban soal UN dengan jawaban yang benar, Adi tetap saja cemas, takut tak lulus. Kata Adi, walaupun sudah mengisi jawaban UN dengan jawaban yang benar, nilai rendah bisa jadi mmasih berpeluang ia terima. “Siapa tahu proses mengisinya tak baik. Jadi tak terbaca komputer saat pemeriksaan,” kata Adi pada Singgalang.

Walaupun cemas menanti pengumuman kelulusan. Adi mengaku, jauh-jauh hari setelah UN, ia tidak mau terlarut dalam kecemasan. Soalnya, kata Adi siswa kelas 3 SMA selain memikirkan kelulusan UN, juga harus memikirkan tes-tes lain, seperti UMBPTN atau SNMPTN. Adi sendiri telah mendaftarkan diri untuk ikut UMBPTN dan memilih Unand sebagai salah satu universitas tujuan. Ia pun juga sudah mempersiapkan diri untuk tes masuk perguruan tinggi dengan mengulang pelajaran-pelajaran yang telah lalu.

Jangan depresi
Mengenai lulus tak lulus UN, salah seorang pengamat pendidikan Universitas Negeri Padang, Prof. Dr. Suparno, M.Pd., berharap siswa tak perlu panik atau depresi. UN ulangan, kata Suparno, dapat menjadi penyelamat siswa yang tak lulus. “Dari pada menghabiskan waktu dan tenaga untuk merenungi ketidaklulusan. Lebih baik mempersiapkan diri lebih serius untuk mengikuti UN ulangan,” ujar Suparno.

UN ulangan akan diselenggarakan 10-14 Mei mendatang.
Lagi pula, lanjut Suparno UMBPTN  memungkinkan siswa yang tak lulus pada UN utama dan UN susulan untuk tetap mengikuti tes. Asalkan siswa tersebut lulus di UN Ulangan.

Selain itu, Suparno juga berharap pengumuman hasil UN diterima tanpa curiga. Sistem pemeriksaan UN, kata Suparno, diperiksa dengan sistem komputer dengan sangat selektif.

Untuk daerah Sumbar, lanjut Suparno, UNP dan Unand menjadi tim pemeriksa untuk UN siswa Sumbar. Prosedurnya, tak ada lembar jawaban yang boleh bermalam di daerah.

Sumber:

http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?mod=detail_berita.php&id=6413 />
(Yose/107/Septri/Putri/Ags)

 
Berita Berita Populer Lainnya
. Surat Edaran Dinas Pendidikan tentang Jadwal Ujian SD dan SMP
. Undangan Penulisan Naskah Soal SD dan SMP
. Undangan Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru SD dan SMP tentang Standar Penilaian
. Undangan Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru SMP tentang Standar Proses
. Bimbingan Teknis Kurikulum 2013 untuk guru SD dan SMP Angkatan II
. Undangan Bimtek Tim Pengembang Kurikulum Sekolah SMP Tahun 2018
. Bimbingan Teknis Kurikulum 2013 untuk guru SD dan SMP Angkatan I (revisi)
. Undangan Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru SMP tentang Standar Proses Angkatan I
. Undangan Bimtek Pendalaman Materi Mata Pelajaran SD dan SMP untuk SD Angkatan V
. Undangan Bimtek Pendalaman Materi Mata Pelajaran SD dan SMP Angkatan III dan IV