Padang Diserang Chikungunya, Terdapat 92 Kasus di Dua Kelurahan

BAGIKAN:

facebook twitter pinterest line whatapps telegram

Oleh wirnadianhar
Kamis, 16 Oktober 2008 05:11:16 Klik: 2918
Padang Diserang Chikungunya, Terdapat 92 Kasus di Dua Kelurahan
Klik untuk melihat foto lainnya...

Wilayah Kota Padang mulai diserang wabah Chikungunya. Penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aides aegepty dan gigitan nyamuk albopictus, sejak satu bulan terakhir ini telah menyerang puluhan warga di dua kelurahan berbeda seperti Kelurahan Cupak Tangah Kecamatan Pauh dan Keluarahan Air Tawar.

Dari penelurusan koran ini di Kelurahan Cupak Tangah, tepatnya di RT 2/RW 3, kemarin, ditemui sedikitnya belasan warga dari 10  Kepala Keluagra  (KK) di tempat itu diserang penyakit Chikungunya.

Rahmat Rajo Intan, 60, penderita Chikungunya di Kelurahan Cupak Tangah memaparkan, dirinya tidak mengetahui, bila penyakit yang dideritanya adalah penyakit Chikungunya. Sedari awal, dia hanya menganggap demam biasa yang menyerangnya sejak beberapa hari sebelumnya. Tapi lama kelamaan demam yang diderita pria ini kian tinggi, bahkan membuat persendian tulangnya nyeri sehingga tidak bisa berjalan.    

Sejak saat itu, Rahmat hanya tergeletak di tempat tidur dengan kondisi tubuh yang nyaris lumpuh. Bahkan bidan tempatnya berobat pun tidak memberitahukan jenis penyakit apa yang dideritanya.

Rahmat baru mengetahui bila penyakit yang dideritanya itu adalah penyakit Chikungunya dari beberapa tetangga di sekitar rumahnya dan pihak rumah sakit. Mendapati kenyataan itu jelas mengagetkan Rahmat maupun pihak keluarganya.

“Saya tidak tahu kalau sakit yang saya derita adalah Cikungunya. Awalnya disangka hanya demam akut biasa, yang membuat saya menderita. Barulah setekah diberitahu tetangga dan berobat ke rumah sakit, akhirnya penyakit itu berangsur pulih, dan saya kini sudah bisa berjalan, walau masih tertatih-tatih,” ujarnya kepada koran ini, kemarin. 

Tidak cuma Rahmat, dua orang lainnya masing Dina, 29, dan Dicky, 9, juga menderita penyakit sama. Dicky yang tercatat sebagai pelajar SDN 02 Cupak Tangah, hingga kini belum bisa berdiri. Dicky lumpuh sejak tiga hari yang lalu, badannya semakin hari semakin kurus karena sejak menderita sakit, dia tidak bisa makan apa-apa karena setiap makanan yang lewat dikerongkongannya terasa pahit.

Informasi yang dirangkum dari warga setempat, sedikitnya ada belasan warga dari 10 keluarga menderita penyakit yang sama. Pertama sekali penyakit itu menggerogoti tubuh One En, 40, pada pertengahan puasa dan kemudian menyebar luas dalam waktu yang cepat.

“Sayangnya, sesuai dengan keterangan para penderita penyakit, Puskesmas setempat tidak mengetahui penyakit itu. Puskesmas baru tahu ketika diinformasikan wartawan,” ujar Dina. Tempat terpisah, Camat Pauh Drs Amri yang dihubungi ke telepon selularnya menyebutkan, dirinya belum mengetahui bila ada warganya terserang penyakit Chikungunya. Sebab belum ada laporan yang diterimanya, baik dari Lurah maupun RT setempat.

“Biasanya untuk hal semacam itu atau adanya muncul wabah penyakit lain di kawasan ini, pak Lurah maupun RT dan juga tenaga kesehatan segara memberi laporan. Dengan begitu tindakan pengobatan segera kita lakukan. Namun kali ini tidak ada, “ ujar Amri.

Menindaklanjuti informasi Chikungunya mulai muncul di wilayah kerjanya, Amri berencana segera melakukan pemeriksaan ke lapangan. Disamping itu dirinya juga mengimbau warga agar ikut berperan aktif dalam memberantas berbagai macam penyakit. “Bila ditemukan penyakit terlebih penyakit menular, warga hendaknya segera melaporkan hal itu kepada RT dan Lurah setempat, agar kemudian dilakukan penanggananya, tukas Camat ini lagi.  

Ditemukan 88 Kasus

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang Efrida Aziz mengakui kasus Chikungunya kembali merebak di sejumlah kecamatan di Kota Padang. Di antaranya delapan kasus di Cupak Tangah Kecamatan Pauh dan 84 kasus di Kelurahan Air Tawar.

“Kita telah melakukan penyuluhan di dua kelurahan tersebut rencananya hari ini, kita akan lakukan fogging di Cupak Tangah. Sedangkan di Air Tawar fogging-nya telah kita lakukan, kemarin. Di samping itu DKK juga melakukan pengobatan gratis kepada warga yang menderita Chikungunya” ujarnya.

Efrida mengimbau agar membersihkan lingkungan serta tidak membiarkan adanya genangan air. Sebab berkembang biaknya nyamuk tersebut tidak hanya ditempat air kotor namun juga di genangan air yang bersih. Sehingga warga perlu berhati-hati terhadap hal ini apalagi saat ini sering hujan.

Hujan yang disertai panas mempercepat pertumbuhan nyamuk dan jentik-jentik. Jadi khusus untuk genangan air bersih sebisa mungkin warga menggunakan serbuk abate. Serbuk ini merupakan obat yang dapat membunuh perkembangan nyamuk aydees agepty dan nyamuk albopictus. (zikriniati zn &arzil)

Sumber : Padang Ekspres edisi Kamis / 16 Oktober 2008

 
Berita Berita Terkini Lainnya